Category Archives: Jepang

Okinawa

Kalau ke Jepang, yang kepikiran pertama kali pasti negara supersibuk yang kental dengan budayanya.  Ga pernah kepikiran di Jepang ada pantai, keren pulak!

Ke Jepang kemarin, saya menyempatkan diri mengunjungi temen saya yang tinggal di Okinawa.  Waktu itu sih, saya ga kebayang daerahnya kayak gimana, karena memang saya pure cuma mau ketemu temen, Continue reading Okinawa

Advertisements

Takayama

Ok, lanjutin cerita tentang perjalanan saya ke Jepang beberapa bulan lalu yaaaa..

Takayama adalah kota ketiga yang saya datangi di perjalanan kemarin.  Terletak di prefektur Gifu, bisa ditempuh dalam waktu 6 jam dari Tokyo, lewat Nagoya.  Pertama kali lihat fotonya di buku travelhemat Jepang yang saya beli, dan saya langsung jatuh cinta.  Old town dengan suasana khas Jepang yang sangat friendly untuk pejalan kaki seperti saya.

Karena ada peristiwa pesawat saya dari Sapporo di cancel dan saya harus re-schedule ke pesawat besok siangnya, maka saya baru sampai di Takayama sekitar jam 8 malam dan disambut hujan rintik-rintik.  Untungnya, saya memesan hotel yang terletak tepat di sebrang stasiun, namanya Country Hotel Takayama.  Continue reading Takayama

Noboribetsu

Sebelumnya, saya belum pernah dengar tentang Noboribetsu.  Tapi ketika saya googling tentang “best onsen in Hokkaido”, maka Noboribetsu ini yang paling sering keluar.  Ternyata, Noboribetsu adalah kota kecil dengan banyak sekali onsen dan spa bertebaran.  Ketika saya sampai disana, suasananya itu gloomy karena hujan rintik-rintik dan udaranya dingiiiiinnn banget. Emang cocok deh buat onsen-an. Continue reading Noboribetsu

Sapporo

How to Get There (dari Tokyo)

Perjalanan ke Sapporo, Hokkaido membutuhkan waktu 9 jam dari Tokyo dan ganti-ganti 3x naik kereta. Pertama, dari Tokyo ke Shin Aomori, trus Shin Aomori ke Hakadote, dan terakhir dari Hakadote ke Sapporo. Yang bikin jiper, jarak waktu antara satu kereta ke kereta lainnya itu cuma 8 menit. Bayangin aja, bawa-bawa koper, turun kereta, keluar platform, dan pindah ke platform kereta berikutnya cuma dengan waktu 8 menit! Waktu itu di pikiran saya, gimana kalo kereta saya ini delayed, pasti kan ntar ga bisa ngejer kereta berikutnya. Atau saya kan ga familiar dengan stasiunnya, gimana kalo saya cari-cari platform dan itu lebih dari 8 menit. Kalo sampe ketinggalan kereta berikutnya, buyar deh rencana, karena berarti saya harus nginep di salah satu kota persinggahan sebelum Sapporo tersebut. Ketika saya nanya ke Mba tempat saya beli tiket, jawaban Mba-nya juga ga bikin saya tenang. Katanya “jangan khawatir, Japanese people cuma butuh waktu paling lama 5 menit kok buat pindah platrform” errrhhh..tapikan saya bukan Japanese peooopleeee *nangis di pojokan*

Oiya, waktu itu saya pakai JR Pass, jadi semua perjalanan saya naik kereta ini tercover biayanya dengan itu. Continue reading Sapporo

Jepang – dari Utara ke Selatan

Bulan Juni ini saya dikasih kesempatan untuk ke Jepang lagi. Agak dadakan memang, karena diajaknya baru 2 bulan sebelumnya.  Alhamdulillah dapet tiket muraaahh bgt..berapa coba tebak? hehhehe..1,8 juta PP dari KualaLumpur belum termasuk bagasi.  Untuk ukuran beli tiket dadakan, termasuk murah banget kaaan?  (PS :  boleh lho add LINE nya koperkuning, supaya nanti kalo ada promo lagi bisa saya bantu bookingin).  Tapi, karena kelamaan mikir, tanggal saya pulang sudah ga tersedia harga promo.  Jadilah saya pulangnya lama banget..hehhee..12 hari di Jepang, dan ga mau saya sia-siain.  Saya harus keliling-keliling walopun bokek berat *halah

Singkat cerita, berangkatlah saya ke Jepang berbekal itinerary seadanya (baru mutusin mau ke Takayama dan Sapporo), JR Pass, dan buku Lonely Planet.  Saya inget banget, saya memutuskan untuk beli JR Pass baru seminggu sebelum berangkat.  Karena waktu itu saya masi galau, ke Sapporo nya naik pesawat atau kereta, secara perjalanan keretanya 9 jam aja dooong..hehhee..Tapiii, karena alasan harus berhemat, saya memutuskan untuk naik kereta aja deh, toh keretanya nyaman dan cemilannya lucu-lucu *penting* Continue reading Jepang – dari Utara ke Selatan

Discover Japan

Mungkin buat sebagian besar orang, Jepang menjadi urutan teratas di daftar “negara yang paling ingin dikunjungi” hehehe..iya ga sih?  buat saya, meskipun bukan di urutan teratas, tapi Jepang termasuk dalam daftar negara yang harus dikunjungi saat saya masih muda..ciyeehhh..kenapa? sederhana..karena kayaknya baju-baju bergaya Harajuku gitu cocoknya dipake kalo pas masi muda aja..hehehehe..

Rencana awalnya, saya berangkat ke Tokyo bersama kakak dan dua keponakan saya..Proses pembelian tiket dilakukan ketika Air Asia baru membuka rute dari KL ke Haneda (Tokyo), dengan harga yang didapat pada waktu itu adalah 900ribu PP..Namun sayangnya, tiga bulan sebelum keberangkatan, Jepang dilanda Tsunami dahsyat dan ada peringatan untuk menghindari daerah-daerah tertentu..Atas dasar itulah maka kakak dan kedua keponakan saya memutuskan untuk batal berangkat..ihiks..saya yang menganut paham “mungkin kesempatan ga dateng dua kali” mulai melancarkan aksi minta ijin untuk diperbolehkan tetap berangkat meskipun sendirian..Alhamdulillah ijin didapat, dan mulailah saya mengurus visa + browsing sana sini untuk menyusun itinerary..

Setelah mengumpulkan data-data..akhirnya saya memutuskan untuk mengambil rute 2 malam di Tokyo – 1 malam di Hakone – 2 malam di Kyoto – dan 1 malam di Tokyo lagi..Oiya, untuk menghemat waktu dan merasakan pengalamannya, saya menggunakan Shinkansen untuk perjalanan antar kota tersebut..Ternyata, untuk turis yang akan berkunjung ke Jepang, disediakan kartu Japan Rail Pass yang bisa digunakan untuk sarana transportasi yang ada di bawah layanan JR Line (Shinkansen salah satunya)..Nah, JR Pass ini tersedia sesuai dengan jangka waktu yang kita inginkan..Contohnya saya waktu itu..saya berangkat ke Jepang dari tanggal 23 – 30 Juni 2011..jadi saya beli JR Pass yang berlaku selama 7 hari dengan biaya sekitar 3.2 juta..Selama 7 hari tersebut, saya bebas naik turun Shinkansen dan kereta JR Line lainnya..tinggal tunjukkin aja kartu JR Pass-nya..enak kan..Jangan lupa, JR Pass ini hanya bisa dibeli di luar Jepang dengan menunjukkan paspor yang sudah tertempel visa Jepang-nya..setelah itu kita akan diberikan tanda terima, yang harus ditukar dengan kartu JR Pass setibanya di Jepang (ada list tempat penukarannya)..

Berikut ini adalah itinerary saya selama di Jepang :

Tokyo

Selama di Tokyo, saya menginap di Asakusa Hostel..harga per malamnya 5800 Yen untuk 1 orang dengan kamar mandi di dalam..Letaknya sangat strategis, dekat dengan stasiun, tempat wisata Asakusa Temple, banyak jajanan dan kalo bosen bisa jalan-jalan ke sebrangnya ada sungai..

Tempat yang saya kunjungi selama di Tokyo :

  1. Akihabara : pusat jualan elektronik..waktu itu Ipad baru keluar di Indonesia, disana udah banyak banget jual secondnya..hehehhe
  2. Harajuku : pusat mode di Tokyo..coba dateng kesini hari Sabtu-Minggu, lebih rame anak-anak muda Jepang dengan gaya eksentrik..tinggal duduk di café pinggir jalan, trus perhatiin orang lalu lalang..puaaasss..
  3. Ginza : pusat pertokoan, kebanyakan barang-barang ber-merk..Kalo ada waktu dan budget lebih, bisa coba nonton Kabuki (pementasan teater Jepang)..saya waktu itu coba nonton dan sukses ketiduran di dalem..hehehe..harga tiket bermacam-macam, waktu itu saya dapet yang harganya 5000 Yen..
  4. Asakusa Temple
  5. Shibuya : ini juga tempat belanja gitu..pas keluar stasiun, ada patung Hachiko, anjing legendaris yang kisahnya sempet di-film-kan..

Setelah merasa puas berkeliling-keliling di Tokyo, saya melanjutkan perjalanan saya ke Hakone..Tas besar saya taruh di loker yang ada di Stasiun Tokyo (di semua stasiun besar di Jepang terdapat loker untuk menitipkan barang bawaan)..sehingga saya hanya membawa pakaian secukupnya untuk di Hakone dan Kyoto..

Hakone

Hakone merupakan kota berudara sejuk yang bisa dtempuh dengan waktu sejam dari Tokyo, menggunakan Shinkansen..Mirip-mirip Puncak dengan udara yang lebih segar dan pemandangan yang sangat indah..Tak heran, dalam perjalanan menuju kesana, satu gerbong kereta saya isinya orang-orang yang sudah berumur..Ketika sampai, langsung deh saya ngerti..udaranya cocok banget untuk kesehatan..sejuuuukk dan tidak terasa adanya polusi..

Di sini saya menginap di Hotel Hakone Suimesou Annex, dengan harga per malam 7245 Yen..Letak hotelnya tidak terlalu jauh dari stasiun Hakone Yamoto, bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 5 menit..Di hotel ini, kita bebas untuk berendam di onsen yang terletak di lantai paling atas..Sebenarnya, kalo misalnya kamu termasuk yang cuek-cuek aja, bisa mencoba onsen di udara terbuka yang banyak tersebar di Hakone..sayangnya saya termasuk yang masih malu kalo harus telanjang bulat di udara terbuka..hehehhe, jadi cobain yang ada di hotel aja deh..itu juga nunggu sepiiii banget..jadi cuma saya sendirian :p

Karena Hakone merupakan kota kecil, jadi sehari keliling-keliling rasanya sudah cukup..Untuk melihat semua tempat wisata di Hakone, bisa dengan menggunakan Hakone Daily Pass yang bisa dibeli di Stasiun Hakone Yumoto..dengan kartu itu, kita diajak berkeliling dengan menggunakan bis, kereta, cruise di Lake Ashi, dan kereta gantung..kita bisa pilih rutenya mau naik bis dulu atau kereta dulu..yang pasti, rutenya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga kita pasti nyobain semua..Untuk cruise di Lake Ashi, kalau beruntung kita bisa melihat puncaknya Mt. Fuji dari kejauhan..konon katanya, kalo bisa melihat, Insya Allah ke depannya hidup kita akan diberkahi dengan keberuntungan..toko-toko kebanyakan hanya buka hingga jam 5 sore..sehingga kalo mau beli makan malem, bungkus dari sore hari..dan bawa pulang ke hotel..hehehe..

Kyoto

Dari Hakone, saya melanjutkan perjalanan  saya ke Kyoto, dengan menggunakan Shinkansen lagi..perjalanan kali ini cukup lama, sekitar 3.5 jam perjalanan..ketika tiket saya diperiksa, petugas mengatakan bahwa saya salah naik kereta..ternyata kereta yang saya naikin ini adalah kereta jenis super cepat yang hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu..jadi saya harus turun di stasiun berikutnya dan naik kereta yang benar, yaitu kereta yang ada di belakang kereta yang saya naiki ini..

Di Kyoto, saya menginap di Yamashiroya Ryokan, penginapan bergaya tradisonal ala Jepang, dengan harga 5500 Yen per malam..Dari Stasiun Kyoto, hanya berjalan kaki selama 5 menit dan sampai deh di penginapan tersebut..

Berikut ini adalah itinerary saya selama di Kyoto :

  1. Kiyomizu-dera Temple
  2. Ginkaku-ji Temple
  3. Gion : pusat perbelanjaan di Kyoto..banyak café dan pub juga, kalau beruntung bisa melihat geisha asli
  4. Arashimaya Bamboo Grove

Untuk sarana transportasi selama di Kyoto, bisa dengan menggunakan bis atau kereta..Petunjuknya cukup jelas walaupun tidak semua terdapat tulisan latinnya..

Hindari menggunakan taksi jika ingin bepergian..biaya taksi di Jepang sangat mahal..sebagai contoh, saya menggunakan taksi dari Bandara Haneda ke Asakusa karena memdarat larut malam sehingga kereta sudah tidak beroperasi..biaya yang harus saya bayar waktu itu sekitar 5200 Yen atau Rp 500 ribu..nyesek memang..tapi itung2 pengalaman deh, naik taksi yang pintunya membuka sendiri..hehehhe..Kalo kamu mendarat larut malam, lebih baik menginap di bandara, karena Bandara Haneda sangat nyaman untuk dijadikan tempat bermalam sementara.

Arashimaya Bamboo Grove Udoooonn.. Sungai di daerah Gion, Kyoto Kamar di Kyoto, tempat tidurnya masi dilipet.. Kereta gantung di Hakone Siap menyusuri Lake Ashi Onseeennnn Sungai di belakang penginapan Hakone Kamar di Hakone Hakone - Yumoto Station..lucu yaaa... Tim bersih-bersih Shinkansen, udah siap sebelum keretanya berenti.. Bento di stasiun Shinkansen Petunjuk Shinkansen Ini enak banget..5800 Yen Ada topeng monyet jugaaaa... Gantungan kertas keberuntungan Kertas keberuntungan di Asakusa Temple Teater Kabuki di Ginza Rameeennn Tempat makan di bawah Tokyo Station Sungai di depan Asakusa Hostel IMG-20110624-00012